SELAMAT DATANG DI BLOGGER POTD SATYA BUANA CABANG BENGKULU

Rabu, 13 Juli 2011

Do’a dan ayat Al-Qur’an yang Lazim digunakan dalam Kepalatihan Satya buana.


Catatan :  Ir.  Nazamuddin  *)
*) Penulis adalah Sekretaris  Umum/Pelatih  POTD Satya Buana                                                   Cabang Bengkulu

Penjelasan berikut ini menyangkut silabus kepelatihan dan keterkaitannya terhadap dasar-dasar pemaknaan tentang gelombang bioelektromagnetik,  anatomis tubuh,  proses fisiogis dan psichologis tubuh manusia melalui  beberapa pendekatan,  yakni :
A. Beberapa  Do’a Yang Diwajibkan Serta Latar Belakang Do’a Pelatihan.
1.    Doa’ Pembuka Pelatihan.
                  
    DOA  PEMBUKA  LATIHAN
A’UDZUBILLAHIMINASSYAITHONNIRROJIM,  BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, 
ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH  WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH. ALLAAHUMA SHALLI ’ALLA MUHAMMAD WA’ALAA AALI MUHAMMAD. RODLIITU BILLAHI ROBBA WABIL ISLAAMI DIINA, WABIM MUHAMMADIN NABIYYA WAROSUULA, RABBI ZIDNII ILMA, WARDZUQNII FAHMA,  AMIIN.
Artinya :
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Ya Allah, semoga Engkau limpahkan kesejahteraan dan kemuliaan atas Nabi Muhammad RasulMu dan keluarganya.
Aku rela Allah sebagai  Tuhanku, aku rela Islam sebagai agamaku, dan aku rela Muhammad sebagai nabi dan Rasul Allah.
Ya Allah, berilah aku ilmu dan limpahkanlah pengertian kepadaku sebanyak-banyaknya, kabulkanlah ya Allah.
DOA  PENUTUP   LATIHAN
A’UDZUBILLAHIMINASSYAITHONNIRROJIM, BISMILLAHIRROHMANIRROHIM, 
ALLAHUMMA ARINAL HAQQO HAQQO WARZUQNAT TIBAA’AH WA ARINAL BAATHILA BAATHILA WARZUQNAJ TINAABAH,  AMIIN.
Artinya :
Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai  hal yang   benar. Dan berilah kami kemampuan untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami bahwa yang salah sebagai hal yang salah. Dan berilah kami kemampuan untuk menjauhinya.     Kabulkanlah ya Allah.  
2.      Beberapa do’a, dzikir dan ayat yang lazim digunakan oleh peserta Satya Buana. 

Doa, dzikir dan ayat yang lazim dipergunakan oleh para penghusada Satya Buana apabila melakukan zikir untuk mendapatkan petunjuk, bimbingan dan kekuatan;  baik untuk aktivitas metafisika seperti untuk pencapaian kesejahteraan keluarga dan perkantoran maupun untuk penguasaan bahasa ruh, penyembuhan diri sendiri atau pasien, dapat diuraikan dan terdiri atas  :
1.   Mohon perlindungan dari godaan syetan :
       A’ uudzubillahi  minasy syaithaanir rajiim.
 Aku berlindung kepada Allah dari ganguan setan yang terkutuk.
  Bismillaahir rohmaanir rahiim.
        Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

1.     Ismu Azam (Doa pembuka doa ) :
              
  2.1.       Surat Al Baqoroh ayat 163 :
Bismillahir rohmaanir rrahim.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Wa ilaahukum ilaahuw wahidul.
Dan Tuhan kamu adalah Allah Yang Maha Esa.
Laa ilaaha illaa.
Tiada Tuhan melainkan Dia
   
     2.2.       Surat Ali ‘Imran ayat 1:
Alif laam miim.
(Hanya Allah yang lebih mengetahui maksudnya)
Surat Ali Imran ayat 2 :
Allaahu laa ilaaha illaa
Allah tiada Tuhan melainkan Dia
Huwar rahmaanur rahim.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
     2.3.     Huwal hayyul qayyum.
       Yang hidup lagi Berdiri sendiri
        3.       Istighfar (Mohon ampun atas dosa-dosa) :
Astaghfirullaahal’azhim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu illaih.
Aku memohon ampun hanya kepada Allah Yang Maha Besar, yang tiada tuhan patut disembah kecuali hanyalah  Dia, Yang Hidup dan Berdiri sendiri dan saya bertobat kepadaNya.
 4.     Syahadat :
Asyhadu An-Laailaaha Illa-llah  
Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah
Dan Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
   5.        Shalawat (Memohon kepada Allah SWT kesejahteraan dan kemuliaan bagi Nabi Muhammad SAW) :
Allaahuma shalli ‘alaa Muhammad Rasulullah Wa’alaa aali Muhammad Rasulullah.
Ya Allah, semoga Engkau limpahkan kesejahteraan dan kemuliaan atas Nabi Muhammad RasulMu dan keluarganya.
6.    Haukollah  (Memohon kekuatan) :
Laa haula wa-laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.
Tak ada daya dan tak ada upaya serta tak ada kekuatan apapun, kecuali dengan kekuasaan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar.

       7.   Menyadari kelemahan atau saat mendapat musibah :
     Inna  lilaahi wa Inna Illaihi raaji’un.
      Sesungguhnya kami semua milik Allah dan kepada Allah-lah kita     kelak kembali
 8.   Tawassul  (Pengakuan atas sifat Maha Pengasih dan Penyayang Allah) :
Bismillaahir rohmaanir rahiim.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
          9.    Tasbih (Pengakuan atas Ke-Mahasuci-Nya Allah) :
Subhaanallohi wa- bihamdihii
Maha Suci Allah dan bagiNya segala puji
      10.     Tahmid (Pengakuan memuji Kebesaran Allah) :
    Alhamdullilah hirobbil alamin.
            Segala puji bagi Allah yang memelihara alam semesta.
      11.     Tahlil (Ikrar atas Ke-Esaan Allah) :
Laailaaha illa-llaah.
Tiada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah.
      12.     Takbir (Pengakuan Atas Ke-Maha Besar-Nya Allah) :
     Allaahu akbar
     Allah Maha Besar
      13.       Surat Al Fatihah baik untuk selalu dibaca setelah Shollat dan untuk menolak  fitnah :
Bismillaahir rohmaanir rahiim.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Alhamdu lillahi robbil ‘aalamiin.
Segala puji bagi Allah yang memelihara  alam semesta.
Arrohmaanir rohiim.
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Maaliki yaumiddiin.
Yang memiliki hari kemudian.

Iyyaka na’budu wa iyyakaa nasta’iin.
Hanya kepadaMu-lah kami mengabdi dan hanya kepadaMu-lah kami meminta pertolongan.
Ihdinasshirootol mustaqiim.
Karuniailah kami jalan yang lurus.
Shirootol ladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril maghdhluubi ‘alaihim waladhdhoolliin.
Jalan mereka yang mendapat petunjukMu dan bukan mereka yang dimurkai atau disesatkan.
Aamiin.
Yaa Allah perkenankanlah permohonan kami.
      14.      Zikir yang menembus Arasy dan menyentuh Rasul di Surga.
Subhaanal,
Maha Suci Allah.
Malikul,
Yang menguasai dan merajai segala-galanyanya.
Quddus,
Yang bersih dari segala sifat kurang,
Ya, Dzul jalaali Wal Ikroom.
Wahai, Yang memiliki segala kebesaran dan kemuliaan
       15.     Doa penolak bala/bencana :
Hasbiy Allahu wa ni’mal wakiilu,
Cukuplah Pertolongan Allah bagiku,
Dan Dia adalah sebaik-baik Zat yang Diserahi (Pelindung).
Ni’mal maulaa wa ni’man nashiiru.
Sebaik-baik yang Disandari,
Dan sebaik-baik Penolong.
       16.     Doa pembuang Ilmu yang jahat (Surat Al Qashash ayat 88) dengan mengimajinasi jurus lima :

Kullu syai-in haalikun illa wajhah.
Tiap-tiap sesuatu binasa kecuali wajah Allah.
       17.     Doa pemusnah kekuatan tenaga tidak lazim power tinggi :
Shaad Illahi, Shaad Islami, Shaad Muhammad, Shaad Al Qur’an
Shaad, demi Allah;  Shaad demi Agama Islam;  Shaad demi Muhammad Rasullullah. Shaad demi Al Qur’an.
       18.     Doa penghusada untuk memisahkan manusia dengan tenaga   tidak lazim yang ada dalam dirinya (Surat Al ’Alaq,  ayat 2 dan 3) :
Khalaqal insaana min ‘alaq.
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.
Iqra’ wa robbukal akram.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.
       19.      Doa mohon bantuan pembelaan diri atas penzaliman orang lain dengan menjatuhkan atau melumpuhkan (Doa Nabi Yunus):
Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka inni kuntu minadh-dhaalimiin
Tidak ada Tuhan yang benar disembah hanya Engkau Yaa Allah, Maha Suci Engkau, aku adalah orang yang membuat dhalim (berbuat jahat) atas diriku.
        20.    Zikir untuk menambah kemampuan sebagai penghusada :
20.1.   Surat Al Baqarah ayat 285 :
Aamanar-rasuulu bima unzila ilaihi mir-rab-bihii wal mu’minuuna kul-lun aamana bil-laahi wa malaa’ikatihii wa kutubihii wa rusulih.   Laa nufar-riqu baina ahadim-mir-ruusulih.  Wa qaaluu sami’na wa atha’na, qhufraanaka rab-banaa wa ilaikal mashiir.
Rasul itu telah beriman kepada kitab yang diturunkan dari Tuhan-Nya kepadanya, demikian juga kaum mukminin.  Semuanya telah menyatakan beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, dan semua Rasul-Nya dan mereka mengatakan : Kami tidak memperbedakan antara seorangpun dari para Rasul-Nya.  Mereka mengatakan “ kami dengar dan kami taat”.  Mereka berdoa “ Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami.  Kepada Engkaulah tempat kembali”.
20.2.   Surat Al Baqarah ayat 286 :
Laa yukal-liful-lahu nafsan il-laa wus’ahaa, lahaa ma kasabat wa’alaihaa mak tasabat, rab-banaa laa tu’aakhidznaa in-nasiinaa au aktha’naa, rab-banaa wa laa tahmil’alainaa ishran kamaa hamaltahuu ‘alal-ladziina min qablinaa, rab-banaa wa la tuham-milna maalaa thaaqata lanaa bih, wa’fu’an-naa, waqh fir lanaa, war hamnaa, anta mau-laanaa fan shurnaa’alal qaumil kaafiriin.
Sesungguhnya ”hari depan” mu lebih baik dari “masa lalu” mu.
Allah tidak membebani kewajiban kepada seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.  Hasil kerjanya yang baik untuk dirinya sendiri, dan yang tidak baik menjadi tanggungannya sendiri pula. “ Wahai Tuhan kami, janganlah kami ditindak, bila kami lupa atau salah.  Wahai Tuhan kami, janganlah kami dibebani dengan beban yang berat-berat sebagaimana yang Engakau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu sebelum kami.  Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa-apa yang tidak sanggup kami memikulnya.  Beri maaflah kami, ampunilah kami.  Dan rahmatilah kami.  Engkau pelindung kami.  Karena itu tolonglah kami terhadap kaum kafir.
21.    Surat Adh Dhuha untuk mempercepat dikabulkannya penyelesaian masalah ummat manusia :

Bismillaahir rohmaanir rahiim.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Wadh dhuhaa
Demi sepenggalahan matahari naik.
Wal laili idzaa sajaa.
Dan demi malam bila ia telah sunyi
Maa wad-da’aka rab-buka wa maa qalaa.
Sekali-kali Tuhanmu tidak meninggalkanmu, dan tidak pula marah kepadamu.
Wa lal aakhirhiratu khairul laka minal uula.
Wa lasaufa yu’thiika rab-buka fatar-dhaa.
Dan nanti Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu agar kamu merasa senang.
Alam yajidka yatiiman fa-aawaa.
Bukankah dahulu engkau diketemukan sebagai anak yatim, lalu dilindungi-Nya.
Wa wajadaka dhaal-lan fahadaa.
Dan diketemukan-Nya pula sebagai kelana cita, lalu dipimpin-Nya.
Wa wajadaka ‘aa-ilan fa-aghnaa.
Dan diketemukan sebagai seorang melarat lalu diberi-Nya kecukupan.
Fa am-mal yatiima falaa taqhar.
Sebab itu janganlah engkau berlaku kejam terhadap anak yatim.
Wa am-mas saa-ila fala tanhar.
Dan janganlah engkau usir orang yang minta-minta.
Wa am-maa bini’mati rab-bika fahadits.
Adapun terhadap karunia Tuhanmu, hendaklah engkau syukuri dan dermakan.
       22.        Surat  Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-nas  untuk   meningkatkan power pribadi dan menyembuhkan penyakit dengan mempergunakan tangan kanan :
-  Surat Al-Ikhlas.
Bismillaahir rohmaanir rahiim.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Qul huwallaahu ahad. Allaahush  shamad. Lam yalid walam yuulad walam yakul-lahuu  kufuwan ahad.
Katakanlah (hai Muhammad),  Dialah Allah Yang Maha Esa.  Allah tempat memohon.  Tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.  Dan tidak satupun yang menyerupai-Nya.
-          Surat Al-Falaq.

Bismillaahir rohmaanir rahiim.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Qul  a’uudzubirabbil falaq.  Min syarrima khalaq.  Wamin syarri ghasiqin idza waqab.  Wamin syarrin naffaasati fil  ’uqad.  Wamin syari haasidin idzaahasad.
Katakanlah (hai muhammad),  aku berlindung  kepada Tuhan yang menguasai  subuh, dari kejehatan malam  apabila telah gelap,  dari kejehatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup  buhul-buhul (ikatan),  kejehatan pendengki apabila dia mendengki.
-   Surat An-Nas.
Bismillaahir rohmaanir rahiim.
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Qul a’uudzu birobbin naas.
Katakanlah, Aku berlindung kepada Allah, yang memelihara manusia.
Malikin naas.
Yang merajai dan menguasai manusia.
Ilaahin naas.
Allah Tuhannya manusia.
Min syarril waswaasil khonaas.
Dari gangguan syetan yang tersembunyi.
Aladzii yuwaswisu fii shuduurinnaas.
Yang membisikkan dalam hati manusia.
Minal jinnati wannaas.
Dari jin dan manusia.
   Demikian himpunan doa yang lazim dipakai oleh penghusada Satya Buana dalam praktek penerapan dikehidupan sehari-hari.  Selanjutnya akan dijelaskan yang menjadi latar belakang pentingnya doa tersebut.
B.  LATAR BELAKANG PENGGUNAAN DOA.
Pembaca yang budiman, dalam berdoa peserta Satya Buana harus memahami hakekat makna yang terkandung dalam rangkaian firman Allah yang dilafalkannya.  Sebagai contoh pada Surat Annas ayat terakhir disebutkan “ Yang berasal dari jin dan manusia “ maknanya bukan sekedar jin dan manusia yang membisiki dan ngompori atau yang ngipas-ipas supaya kita iri hati atau dengki, yang pikiran kita kemungkinan masih sempat berpikir dan moral kita masih sempat mengendalikannya.  Yang dimaksud adalah lebih dari itu yaitu jin berilmu yang menyatu dengan ruh insani manusia tersesat sebagai dampak kemampuan hebat leluhur dahulu atau kitanya yang sengaja transedental memanggilnya. Dan lazimnya secara spontan mempengaruhi perilaku dan menekan kekuatan jati diri ruh insani sang korban yang umumnya menjadi dormant. 
Demikian juga dengan Surat Al Alaq ayat 2 dan 3 dimana : “Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.  Bacalah dan Tuhanmulah Yang maha Pemurah“ pengertiannya bukan sekedar manusia itu dahulu berupa allokah dalam kandungan ibu sebagaimana adanya.  Tetapi lebih dalam, yaitu bahwa semua tenaga tidak lazim baik jin qorin yang masuk berada dalam tubuh manusia saat lahir atau tenaga tidak lazim lain karena pusaka leluhur, atau upacara orang tua yang bersifat mengundang kehadiran tenaga tidak lazim;  harus diusir keluar sehingga manusia kembali fitrah sebagai yang dikehendaki Allah SWT. 
Selanjutnya dalam Surat Al Qoshash ayat 88 disebutkan : ”Tiap-tiap sesuatu binasa kecuali Allah”.  Juga bukan sekedar bahwa alam semesta dengan isinya akan musnah dihari kiamat.  Tetapi lebih dalam yaitu tenaga tidak lazim yang menguasai seorang manusia yang cenderung mendorong manusia untuk berdosa atau mudah sakit harus kita musnahkan segera sebelum berdampak lebih lanjut pada diri manusia penyandangnya ataupun anak keturunannya.  Begitulah halnya dengan Surat Al Falaq ayat 2 - 5, termasuk didalamnya pengertian tentang kejahatan atau gangguan yang disebabkan oleh manusia hidup, ruh insani, jin kafir serta mahluk halus lainnya seperti virus dan mikroba-mikroba penyebab penyakit.
Apabila kita maknakan dengan bahasa lembut dalam zikir setelah shollat, peserta Satya Buana akan merasakan kekerdilan kita dihadapan Allah SWT.  Tasbih Subhaanallohi wa-bihamdihii;   ”Maha Suci Allah dan bagi-Nya segala puji”. Pada awalnya hanya Allah saja yang ada dengan segala kesucian kehendakNya. Tahmid Alhamdullilah hirobbil alamin.  Segala puji bagi Allah yang memelihara alam semesta. 
Kemudian untuk memberikan kenikmatan bagi kita diciptakan-Nya alam semesta dengan segala fasilitas untuk kita. Takbir Allaahu akbar, Allah Maha Besar  Dan setelah menikmati fasiltas dunia ternyata telah disediakan nikmat alam kubur yang sejuk dan alam surga yang tiada bandingannya.  Dalam zikir yang menembus Sidrathal  Munthaha serta mampu menyentuh Rasul Muhammad SAW disurga akan terjadi pekaknya telinga kita, kesedihan yang mendalam diikuti kesejukan apabila dimaknai dengan benar.  Subhaanal, Maha Suci Allah.
 Pada mulanya hanya ada Allah dalam pengertian kita dengan kesucian Nur-Nya.  Malikul, Yang menguasai dan merajai segala-galanyanya.  Diciptakan-Nya Malaikat suci bershaft-shaft bermilyar jumlahnya, Neraka yang berupa jurang magma luas dan berdinding yang menyala merah dengan api berkobar. Surga yang damai berupa taman dengan kelengkapan air terjun yang airnya berlimpah menuju danau biru, disertai hembusan angin yang berharumkan wewangian bunga mekar.  Quddus, Yang bersih dari segala sifat kurang,  Untuk penciptaan ini tidak diperlukannya contoh, bahkan untuk manusia diajarinya dengan Al Qur’an dan petunjuk Rasul supaya jangan ada yang menyalahkan diri seolah-olah belum menerima bimbingan.  Dzul jalaali Wal Ikroom. Yang memiliki segala kebesaran dan kemuliaan.  Manusia lemah disudut bumi, yang dikelilingi bentangan bermilyar galaksi.  Dengan pengulangan bahasa lembut yang tidak dihitung, lambat tapi pasti peserta Satya Buana akan menangis merindukan “Sang Pencipta”.
Pada saat membaca Surat Al Baqarah ayat 256 kalimat terakhir dijelaskan : ”.. Engkau pelindung kami.  Karena itu tolonglah kami terhadap kaum kafir.”  Kafir disini seperti pengertian-pengertian diatas adalah jin kafir, ruh insani kafir yang kita hadapi saat menolong pasien atau membantu membersihkan ruangan rumah orang.  Juga kompetitor kita manusia kafir yang menghalalkan segala cara dalam persaingan mengais dan meraih kelayakan hidup bagi kita sekeluarga.  Mengenai Surat Al Baqoroh ayat 285 dan 286 ini  ternyata didukung oleh tiga hadist Rasulullah SAW yang mengingatkan akan pentingnya peranan surat ini.  Imam Muslim dari Abu Hurairah menyatakan : ”Apakah kalian akan berucap seperti ucapan Bani Israil, kami mendengar tetapi kami tidak memperkenankan ?”.  Ucapkanlah  ”Kami dengar dan kami taati, ampunilah kami, (wahai) Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali”.  Selanjutnya HR. Bukhari, Muslim dari Abu Mas’ud “Siapa yang membaca dua ayat terakhir dimalam hari maka kedua ayat itu dapat mencukupi atau melindunginya”.  Dan terakhir dari At Tarmizi “Siapa yang membacanya dirumah selama tiga malam, maka setan tidak akan mendekatinya”.
Demikian bab latar belakang penggunaan doa disampaikan secara ringkas supaya senantiasa tetap teringat oleh para pembaca khususnya peserta Satya Buana.  Bagian berikutnya akan kami sampaikan beberapa istilah yang sering ditemui dan digunakan dalam praktek penerapan penggunaan do’a itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari, yang kebanyakan mempergunakan lafal doa dibab ini.

Senin, 27 Juni 2011

Ikhlas Dalam Konteks Pemahaman Satya Buana.

Catatan : Ir. Nazamuddin *)
*) Penulis adalah Sekretaris Umum/Pelatih POTD Satya Buana Cabang Bengkulu

IKHLAS bukanlah kata yang asing bagi kita. Karena ajaran agama juga mengajak kita untuk selalu ikhlas, baik dalam beribadah maupun dalam menjalani proses kehidupan ini. Tapi, betapa banyak orang yang tidak mampu menghayati makna ikhlas sampai ke dalam lubuk hatinya ? Sederhana bahasanya, susah meraihnya. Padahal sebenarnya, ikhlas adalah bagian terpenting dari pencapaian tujuan hidup manusia. Di dalamnya terkandung makna kesabaran, kepasrahan, kerelaan, keredhaan, syukur, rasa terima kasih dan penerimaan apa adanya, yang memungkinkan manusia semakin dekat dengan Tuhan.
Dalam QS. Al-Bayyinah : 5; Allah telah berfirman : “Mereka tidak diperintahkan kecuali agar menyembah Allah dan memurnikannya (ikhlas) kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus”. Kemudian HR Abu Daud dari Nasi dari Abu Umamah Al Bahili ra mengatakan : “Sesungguhnya Allah SWT tidak menerima amal itu, kecuali amal dari orang yang ikhlas dan yang mengharapkan keridhoan-Nya”.
Hati yang ikhlas tak hanya mampu menjauhkan diri kita dari stres dan penyakit apa saja. Tapi juga dapat membuat hidup kita dipenuhi kedamaian, kebahagiaan, ketenangan, kenikmatan, kesejahteraan, rasa syukur, dan berkah yang tak ada habis-habisnya. Menariknya, mencapai ikhlas ternyata kini ada teknologinya.

Ikhlas terletak pada niat di dalam hati. Dalam sebuah hadist Qudsi Allah mengatakan : “Ikhlas adalah rahasia-Ku, Aku tempatkan ikhlas itu dalam hati orang yang Aku citai”. Karena itu belajar ikhlas bisa berarti belajar melihat dengan hati, mendengar dengan hati, membaca dengan hati, berbicara melalui hati, bertindak dengan hati, memahami dengan hati dan tentunya mengikuti kata hati. Kedengarannya memang mudah saja, karena sejak kecil kita sudah sering mendengarnya dari lagu, nasihat orang tua, guru, kiyai, ulama atau kata-kata para orang bijak. Hanya saja, kita tidak pernah tahu bagaimana cara mencapainya.
Oleh karena Ikhlas terletak pada niat di dalam hati, sedangkan kita tak mampu melihat dengan hati karena hati tak punya mata, kita tak mampu mendengar dengan hati karena hati tak punya telinga, kita tak biasa membaca dengan hati karena hati tak punya mata dan mulut, kita tak bisa berbicara melalui hati karena hati tak punya lidah, kita tak mampu bertindak dengan hati karena hati tak mampu memerintahkan tangan dan kaki, kita tak bisa memahami dengan hati dan tentunya mengikuti kata hati karena fungsinya telah diambil alih oleh otak.
Menuju kesempurnaan sebagai manusia Menurut Erbe Sentanu yang biasa dipanggil Nunu, pendiri Katahati Institute di Jakarta yaitu sebuah lembaga yang mengajarkan tentang ikhlas, Teknologi ikhlas merupakan program aplikasi praktis pertumbuhan dan pengembangan diri manusia Indonesia. Teknologi ini merupakan hasil pergulatan panjang proses pencarian dan percobaannya selama hampir 20 tahun, yang secara otodidak menggeluti dunia pengembangan diri (self development).
la menggabungkan semua kekuatan budaya Timur dan Barat, serta ilmu pengetahuan dan agama yang dipelajarinya, secara langsung melalui para jenius dari berbagai bidang dan latar belakang seperti Al-Jauziyah, Imam Ibnu Qayyim, Imam Ghozali, Deepak Chopra, Sandy MacGregor, Brian Tracy, Shri Shri Ravi Shankar, Harry Palmer, Maharishi Mahesh Yogi, dan masih banyak lagi. Teknologi ikhlas ini merupakan perpaduan dari Neumscience, Quantum Physics, Evolutionary Biology, Chaos Theory, Brain Science, juga Science of the Mind dengan tuntunan bijak falsafah hidup dan keagamaan.
Menurut Nunu, kesulitan mempelajari ikhlas adalah karena demikian sederhananya kata Ikhlas itu, sehingga pikiran kita malah sulit untuk mencernanya. Sehingga kita sering terkecoh, mulut kita berkata ikhlas atau seakan-akan kita telah berbuat dan bertindak ikhlas padahal kita tidak ikhlas, alasannya itu adalah ikhlas yang diciptakan oleh otak kita, padahal otak kita sering kotor, misalnya ingin dipuji, ingin dianggap dermawan, ingin dianggap orang baik, ingin mendapat balasan yang setimpal, agar disegani, dihormati dan lain sebagainya.
Selain itu, ikhlas memang aktivitas hati, sehingga untuk memahaminya kita harus mengistirahatkan pikiran (otak) dan mulai berlatih menggunakan hati. Jelasnya memindahkan kesadaran kita dari otak ke dalam hati. Nah ! disinalah letak kesulitannya, karena manusia kebanyakan, apalagi sekarang lebih mendewakan pikiran didalam otaknya dari pada kemampuan berfikir hatinya, malah celakanya lagi mereka tidak percaya bahwa hati memiliki kemampuan berfikir ribuan kali lipat dari otak yang ada di kepala. Akhirnya dia seakan-akan seonggok makhluk yang tak punya hati, sering jadi pendonor hati ngkali yaa !!
Untuk mencapai ikhlas, sekaligus kembali kepada kondisi fitrah dasar manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia, ternyata tekniknya sederhana saja. Yang perlu dilakukan hanyalah menghapus berbagai sifat ketidakmuliaan manusia yang sempat terprogram di dalam otak yang dikuatkan oleh hati atau alam bawah sadar. Sifat ketidaksempurnaan ini terdiri dari berbagai nafsu yang menimbulkan perasaan serba tidak cukup, serba kekurangan, takut tidak sukses, takut disaingi, atau sebaliknya, merasa lebih dari yang lain sekaligus takut gagal, dll. Dengan membersihkan sifat-sifat ketidaksempurnaan tersebut, maka secara otomatis kita akan kembali merasa dan mulai menikmati hidup yang penuh dengan kesempurnaan. Untuk sampai ke kesempurnaan hidup ini, kita bisa memulainya dengan mengenali perasaan-perasaan kita.
Namun celakanya, saat ini banyak sekali yang bernama manusia sudah kehilangan perasaannya alias tak berperasaan, yaa mau apalagi, jangankan mengenali perasaannya, perasaannya aja sudah nggak punya, maka berkeliaranlah manusia-manusia yang tak berperasaan di bumi Tuhan ini. Manusia yang tak berperasaan identik dengan manusia yang tak punya hati nurani. Manusia yang tak punya hati nurani tingkah lakunya tak ubahnya bagaikan binatang malah lebih jelek dari binatang. Jadi yang harus dilakukan adalah melatih mereka untuk mengembalikan perasaannya yang telah hilang, sehingga ia akan kembali lagi menjadi manusia yang seutuhnya yang memiliki sifat-sifat kesempurnaan dan memiliki hati nurani, serta sifat-sifat kemuliaan.
Neeeh ! seandainya suatu ketika ada orang yang tiba-tiba tak ada angin tak ada badai mengatai-ngatai anda manusia yang tak berperasaan, misalnya : ”Sungguh kamu benar-benar manusia tak berperasaan !!”. Hati-hati.... jangan marah dulu, periksa dulu perasaan anda jangan-jangan memang sudah pergi menghilang, lenyap (minggat) meninggalkan diri anda. Setelah anda periksa ternyata masih utuh seperti sediakala, maka anda tak perlu marah dikatain seperti itu, sabar saja dan ikhlas (nerimo dengan legowo), senyum-senyum simpul gitu lho ... ! (tapi jangan keterusan, bisa bahaya dianggap orang nggak waras hehehe !).
Mungkin yang ngatain anda itulah ternyata memang tak punya perasaan alias tak berperasaan, sebab dia sendiri yang tak punya kepekaan rasa (tak punya nyali) untuk mendeteksi bahwa anda sebenarnya masih punya perasaan yang masih utuh, lengkap, baik dan sempurna. Inilah yang disebut dengan Hukum Pembuktian Terbalik (istilah kerennya: The Law of Contradiction Facto).
Nah ! ini termasuk latihan mencerdaskan perasaan (Sense of Intelegensia Quotient) menuju ke ikhlasan namanya. Pernah denger belum ... makanya banyak-banyak membaca Mas .. Mbak. Beli bukunya, jangan taunya beli mie pangsit aja, nanti kena kanker baru tau rasa lhu !!.
Perasaan adalah energi.
Lebih jauh, Nunu juga menjelaskan bahwa pada dasarnya perasaan adalah energi yang bergerak. Sifat energi adalah kekal, karena itu tidak bisa dimusnahkan, tapi dapat diubah menjadi bentuk energi yang lain. Atas dasar itu, kita bisa mengenali, menyadari, dan mengelola perasaan-perasaan kita. Dan satu hal penting yang perlu kita sadari adalah bahwa perasaan juga merupakan kunci untuk memahami diri kita dan menemukan diri yang sejati.
Menurut Nunu, sebaiknya kita selalu melakukan segala sesuatu hanya dengan perasaan damai, menerima, dan berani. Karena itu akan membuat kita lebih bahagia dan efektif dalam menjalani kehidupan maupun karier.
Tapi apa yang bisa dilakukan ketika kita terjebak oleh perasaan negatif. Biasanya yang dilakukan orang adalah mengabaikannya, dengan cara melakukan hal-hal lain yang dianggap lebih menyenangkan, misalnya rekreasi, mendatangi cafe-cafe, tempat-tempat hiburan, panti-panti pijat, minum-minum, atau berbagai kesibukan lain yang disukainya. Sayangnya, perasaan yang diabaikan ini hanya akan bersembunyi sementara saja di alam bawah sadar dan tidak langgeng, suatu saat ia akan muncul kembali ke permukaan dan akan menggerogoti kita kembali. Perasaan itu tidak akan lenyap sebelum dibebaskan.
Begitu juga kalau perasaan negatif tadi kita ungkapkan atau ekspresikan langsung. Biasanya justru akan mendatangkan masalah yang baru, contohnya jika kita menonjok orang yang membuat kita kesal, hasilnya hanyalah orang itu akan membalas menonjok kita, kalau anda nggak punya ilmu beladiri gimana ... bisa babak belur ... masuk rumah sakit, wah ! cilaka jadinya. Atau mengadukan anda kepihak yang berwajib atau KOMNASHAM, kan jadi masalah baru. Repot jadinya. Atau kalau kita tidak berani membalas, mungkin dia akan marah-marah, malah kita yang sakit hati karena tidak senang dimarahi, rasa sakit hati ini tanpa disadari jika terus menerus menghantui kita ujung-ujungnya jadi penyakit; seperti dendam tak sudah, darah tinggi, jantung, migren, vertigo, diabettes, asam urat, dan lain sebagainya.
Jadi yang terbaik adalah dengan mengikhlaskan atau membebaskan perasaan itu, bukan melawannya. Jika anda melawannya dia akan melawan juga sehingga akan terjadi peperangan didalam bathin anda, akibatnya anda kacau malah stress. Kalau menurut pendapat saya itu adalah memang bahagian dari scenario kehidupan yang harus terjadi yang telah diatur oleh si Sutradara Yang Maha Agung, ya jalani saja atau nikmati saja sebagai sebuah scenario, jalani dengan lapang dada (ikhlas). Dengan begitu, energi penyebab ketidaknyamanan tadi akan lenyap dan kemudian akan diisi tempatnya oleh energi keikhlasan. Rasa tak nyaman yang menyertainya pun akan ikut lenyap. Memang tidak gampang, kalau gampang dunia ini akan aman, pasti dimana-mana kita akan selalu ketemu dengan manusia-manusia yang berhati ikhlas dan pemaaf, jadi semua itu harus terus menerus dilatih.
Mengenai tekniknya, Nunu menyebutnya sebagai ”meditasi rasa”. Meditasi ini bisa kita lakukan setiap saat dan bermanfaat untuk membebaskan kita dari energi-energi negatif yang membuat kita merasa tidak nyaman dan berpotensi menimbulkan penyakit. Sehingga akhirnya dalam hati akan muncul perasaan bebas, ringan, dan benar- benar plong cess .. pleng gitu lho ... !!. Kita pun jadi mampu berpikir lebih jernih dan melihat tujuan hidup dengan lebih jelas dan terang benderang.
Damai dan bahagia karena ikhlas.
Satu hal yang pasti, keikhlasan akan mendekatkan manusia kepada kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati, yang merupakan salah satu getaran tertinggi di alam semesta, hanya bisa ditemukan di dalam hati yang ikhlas. Begitu pula dengan kedamaian dan kesuksesan yang sejati. Jadi, sia-sia saja jika kita masih berusaha mencarinya di luar diri dengan memuaskan segala keinginan dan menutupi ketidakcukupan yang tidak berujung.
Semua itu bisa dibuktikan dengan orang yang telah berpengalaman yang telah mempraktikkan ikhlas dalam kehidupannya sehari-hari. Pada umumnya mereka semua memperlihatkan perubahan yang positif dalam kehidupannya.
Simak saja contoh pengalaman seorang aktivis LSM yang tadinya perokok berat, setelah ikhlas untuk berhenti merokok ia menjadi mampu berhenti merokok dengan sendirinya. Juga Ferdi, pria muda yang sudah sedemikian lama tidak mampu memaafkan ayahnya karena masalah berat di antara mereka, setelah ikhlas memaafkan ayahnya ia menjadi begitu mudah memaafkan, bahkan siapa saja.
Tak terhitung jumlah mereka yang mendapatkan kemudahan dalam hidup maupun kesuksesan dalam berusaha. Atau, terbebas dari masalah keluarga yang telah berlangsung lama. Begitu juga peningkatan dalam hal kesehatan, karena secara otomatis muncul pula kesadaran untuk mempraktikkan pola hidup dan pola makan yang sehat.
Yudhi Sujana, seorang instruktur di Katahati juga menuturkan pengalamannya ketika membantu seorang ibu menurunkan berat badannya. Ibu tersebut telah lama berusaha menurunkan berat badannya dengan berbagai cara tapi tak satu pun yang bisa berhasil membuatnya langsing. Kalaupun berhasil biasanya tidak bisa bertahan lama. Tapi dengan ikhlas ia menerima kondisinya, kini tubuhnya justru bisa menjadi langsing dan hal itu bersifat permanen.
Nampaknya ikhlas memang tidak cukup hanya kita baca, ucapkan dan kita mengerti saja. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari, setujukah Anda ? Yaa.... Terserah !! anda nggak perlu bayar untuk mencari ikhlas, karena dia ada didalam diri anda sendiri (N) .